Setiap pagi pukul enam, Mak Isur (65) memulai harinya dengan melangkahkan kaki menjajakan opak dan kerupuk singkong. Dagangan itu ia ambil dari orang lain untuk kemudian dijual kembali. Dengan berjalan kaki, ia menyusuri rumah ke rumah, bahkan antar desa, hingga pukul enam sore demi bertahan hidup.

Namun, kerja keras seharian penuh itu hanya menghasilkan sekitar Rp75.000 per minggu. Jumlah tersebut jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang layak.
Di usianya yang senja, Mak Isur tinggal seorang diri di rumah yang sudah tidak layak huni. Untuk memasak, ia masih menggunakan tungku api tradisional dengan kondisi dapur yang sangat sederhana dan berisiko. Meski demikian, Mak Isur tetap berjuang, tanpa mengeluh, menjalani hari-harinya dalam keterbatasan.

Hari ini, Mak Isur membutuhkan uluran tangan kita. Bantuan Anda dapat menjadi harapan baru baginya untuk memperbaiki rumah agar lebih aman, memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, serta memberikan rasa tenang di masa tuanya.
💛 Satu kebaikan kecil dari Anda bisa berarti besar bagi Mak Isur.
Dengan berdonasi hari ini, Anda ikut meringankan langkahnya, menghadirkan kehidupan yang lebih layak, dan membuktikan bahwa Mak Isur tidak berjuang sendirian.
Mari bersama menjadi bagian dari perubahan. Donasi Anda hari ini adalah harapan bagi Mak Isur esok hari.