

Di usia 75 tahun, kebutuhan hidup Abah Sardam bergantung pada pemberian seikhlasnya. Jika tidak ada yang memberinya upah, hari itu ia tidak memiliki penghasilan yang dapat diandalkan.

Setiap hari, Abah Sardam menjaga makam dan membersihkan halaman sekolah di Indramayu. Dengan sapu sederhana, ia membersihkan dedaunan dan merawat lingkungan yang selama ini menjadi bagian dari kesehariannya.
Namun, pekerjaan tersebut tidak memberinya penghasilan tetap. Abah hanya menerima bayaran seikhlasnya dari orang-orang yang melintas atau menggunakan jasanya. Jumlahnya tidak pernah pasti, sementara kebutuhan makan dan kebutuhan sehari-hari tetap harus dipenuhi.

Abah Sardam tinggal seorang diri di sebuah gubuk kecil dekat makam. Tidak ada keluarga yang menemaninya menjalani hari tua. Meski hidup dalam keterbatasan, ia tetap bangun dan bekerja, menjaga makam serta membersihkan halaman sekolah dengan penuh ketekunan.
Penghasilan yang tidak menentu membuat Abah kesulitan merencanakan kebutuhan pokok, pemeriksaan kesehatan rutin, dan perbaikan tempat tinggalnya. Di usia yang semakin renta, kondisi tersebut membuat masa tuanya jauh dari rasa aman.
Melalui donasi ini, kita dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok Abah Sardam, mendukung perawatan kesehatannya, serta menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak dan aman.
Mari ringankan perjuangan Abah Sardam agar ia dapat menjalani masa tua dengan lebih tenang dan bermartabat. Bila belum dapat berdonasi, bantu sebarkan campaign ini agar semakin banyak orang mengetahui perjuangannya.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik