

Tenaga Mbah Tamas semakin terbatas, tetapi kebutuhan sekolah dan perhatian untuk kondisi kaki cucunya tidak bisa menunggu. Di usia senja, semua beban itu masih harus beliau perjuangkan seorang diri.
Setiap hari, Mbah Tamas tetap bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup bersama sang cucu. Bukan hanya memastikan ada makanan, beliau juga berusaha agar cucunya dapat terus bersekolah dan memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.
Perjuangan tersebut semakin berat karena sang cucu memiliki kelainan pada tulang kaki. Kondisi fisiknya kerap menjadi bahan ejekan teman-temannya. Rasa malu dan perlakuan yang diterimanya membuat ia sering memilih diam serta menjauh dari lingkungan sekitar.
Melihat cucunya terluka karena ejekan tentu bukan hal mudah bagi Mbah Tamas. Namun, beliau tidak ingin keadaan tersebut membuat sang cucu kehilangan semangat untuk belajar dan bermimpi.
Meski penghasilan yang diperoleh tidak menentu, Mbah Tamas tetap berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari, pendidikan, dan perhatian bagi kondisi kesehatan cucunya. Setiap langkah yang beliau jalani bukan hanya untuk bertahan hidup, tetapi juga untuk menjaga harapan sang cucu.
Namun, usia membuat tenaga Mbah Tamas tidak lagi sekuat dahulu. Tanpa dukungan, kebutuhan hidup dan pendidikan sang cucu akan semakin sulit dipenuhi, sementara perhatian terhadap kondisi kakinya berisiko terus tertunda.
Donasi yang diberikan akan membantu meringankan kebutuhan sehari-hari, mendukung pendidikan, serta membantu pemenuhan kebutuhan kesehatan sang cucu.
Mari bantu Mbah Tamas menjaga pendidikan dan harapan cucunya agar ia dapat tumbuh lebih layak serta tidak menyerah karena kondisi fisiknya. Jika belum dapat berdonasi, bantu sebarkan campaign ini agar semakin banyak orang dapat memberikan dukungan.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik