

Rumah Abah Marta sudah tidak layak huni selama lebih dari 50 tahun. Namun, dengan penghasilan hanya sekitar Rp30.000–Rp40.000 per minggu, ia belum mampu memperbaiki tempat tinggal maupun memeriksakan kondisi tubuhnya.

Sejak subuh, Abah Marta sudah berjalan menyusuri jalan untuk mencari barang-barang rongsok. Ia terus berkeliling hingga sekitar pukul sembilan pagi, lalu mengumpulkan hasil temuannya untuk dijual kepada pengepul seminggu sekali.
Namun, hasil yang diperoleh tidak pernah pasti. Dalam satu minggu, Abah hanya mendapatkan sekitar Rp30.000 hingga Rp40.000, bergantung pada jumlah dan jenis rongsok yang berhasil dikumpulkan.

Dengan penghasilan tersebut, Abah Marta harus memenuhi kebutuhan hidupnya seorang diri.
Tubuhnya sudah bungkuk dan kondisi kakinya terganggu sejak lahir. Hingga kini, Abah belum pernah menjalani pemeriksaan medis karena keterbatasan biaya. Ia juga pernah tertabrak ketika sedang mengambil rongsok, tetapi tetap kembali bekerja karena tidak memiliki sumber penghasilan lain.
Setiap hari, Abah harus menghadapi jalanan dan risiko kecelakaan demi mendapatkan beberapa barang yang masih dapat dijual. Sementara itu, rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung juga berada dalam kondisi yang tidak layak dan membutuhkan perbaikan.

Tanpa bantuan, pemeriksaan kesehatan Abah akan terus tertunda dan kondisi tempat tinggalnya dapat semakin membahayakan keselamatannya.
Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk membantu biaya pemeriksaan dan pengobatan, memperbaiki rumah agar lebih aman, serta memenuhi kebutuhan hidup Abah Marta.
Mari bantu Abah Marta agar tidak terus mempertaruhkan keselamatan hanya untuk bertahan hidup. Jika belum dapat berdonasi, bantu sebarkan campaign ini agar semakin banyak orang dapat ikut meringankan perjuangannya.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik