

Seharian berjalan dari sekolah ke sekolah, terkadang Abah Kamal hanya membawa pulang Rp7.000. Di usia 72 tahun, penghasilan sekecil itu masih harus ia andalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membantu empat anaknya di pesantren.

Setiap hari, Abah Kamal membawa kertas gambar mewarnai dan mainan jadul buatannya sendiri. Dengan langkah yang tak lagi sekuat dahulu, ia mendatangi TK, PAUD, hingga SD untuk menawarkan dagangannya kepada anak-anak.
Kertas gambar dijual seharga Rp1.000 per lembar. Sementara mainan sederhana yang dibuatnya dengan penuh kesabaran dijual Rp2.000 per buah.
Sudah tiga tahun Abah Kamal menjalani pekerjaan ini.
Sebelumnya, ia berjualan kentang ulir. Namun, karena merasa usianya semakin tua, Abah khawatir pembeli kurang nyaman membeli makanan darinya. Ia pun memilih beralih menjual gambar mewarnai dan mainan anak-anak agar tetap dapat mencari nafkah dengan cara yang halal.
Sayangnya, tidak setiap hari dagangannya laku. Setelah berjalan cukup jauh dan menunggu pembeli, terkadang Abah Kamal hanya memperoleh sekitar Rp7.000 dalam sehari.

Meski penghasilannya sangat terbatas, Abah tetap berusaha demi keluarganya. Ia memiliki empat anak yang sedang menempuh pendidikan di pesantren gratis. Walaupun biaya sekolah tidak dibebankan, kebutuhan perlengkapan dan kebutuhan sehari-hari mereka tetap harus dipenuhi.
Panas, lelah, dan usia yang semakin renta belum membuat Abah berhenti bekerja. Namun, semakin jauh ia harus berjalan, semakin berat pula perjuangan yang harus ditanggung tubuhnya.
Donasi yang terkumpul akan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari Abah Kamal, mendukung perlengkapan anak-anaknya di pesantren, membantu kebutuhan kesehatan, serta menambah modal usaha agar ia tidak perlu terus berkeliling terlalu jauh.
Mari bantu Abah Kamal tetap mencari nafkah dengan lebih aman dan layak di usia senjanya. Bila belum dapat berdonasi, bantu sebarkan campaign ini agar semakin banyak orang mengetahui perjuangannya.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik