ImageAbah Sarkim Cari Rongsok Demi Wati yang Lumpuh...
Image

Abah Sarkim Cari Rongsok Demi Wati yang Lumpuh

Image
Kab. Kuningan
Rp 0 terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donasi sudah berakhir

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Saat Abah Sarkim pergi mencari rongsok, Wati yang lumpuh hanya ditemani suara radio. Jika kejangnya kambuh, tidak ada biaya pengobatan yang bisa diandalkan.

Di usia 75 tahun, Abah Sarkim masih berjuang merawat putrinya, Wati, yang mengalami kelumpuhan sejak lahir. Selama 40 tahun, Wati lebih banyak menjalani hari-harinya dengan berbaring karena tubuhnya kaku dan sulit bergerak secara normal.

Untuk pergi ke kamar mandi, Wati harus menggesot sambil berbaring. Terkadang ia berusaha makan sendiri, tetapi sebagian besar kebutuhannya tetap bergantung pada bantuan sang ayah.

Setiap pagi hingga siang, Abah Sarkim merawat Wati di rumah. Ia baru dapat keluar mencari barang rongsok sekitar pukul tiga sore hingga menjelang magrib.

Namun, setelah berkeliling selama beberapa hari, rongsok yang berhasil dikumpulkan hanya sekitar satu karung dalam seminggu. Saat dijual, Abah memperoleh kurang lebih Rp15.000. Penghasilan itulah yang harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka berdua.

Ketika Abah pergi bekerja, Wati hanya ditemani suara radio agar tidak terlalu merasa kesepian. Dalam data keluarga disebutkan bahwa ketika Wati terlalu sedih atau merasa sendiri, epilepsinya dapat kambuh. Saat kejang datang, seluruh tubuhnya menjadi kaku.

Tanpa obat dan biaya pengobatan yang memadai, Abah hanya mampu berada di sisinya dan menenangkannya dengan penuh kasih sayang.

Dahulu, Abah Sarkim pernah merantau dan berjualan bakso selama 15 tahun. Namun, setelah istrinya meninggal karena penyakit jantung, ia meninggalkan pekerjaannya dan kembali ke kampung untuk merawat Wati.

Kini, Abah juga mengalami sakit lambung. Tubuhnya semakin renta, tetapi ia tetap mencari rongsok karena kebutuhan hidup dan perawatan Wati tidak dapat berhenti.

Abah Sarkim berharap Wati bisa memperoleh pengobatan, nutrisi, dan perawatan yang lebih layak. Ia juga ingin kembali berjualan bakso di depan sekolah agar tidak perlu terus mencari rongsok, tetapi belum memiliki modal untuk memulainya.

Donasi yang terkumpul akan membantu kebutuhan pengobatan dan perawatan Wati, kebutuhan hidup sehari-hari, pemenuhan nutrisi, serta modal usaha bagi Abah Sarkim.

Mari bantu Abah Sarkim merawat Wati dan mendapatkan sumber penghasilan yang lebih layak. Bila belum dapat berdonasi, bantu sebarkan campaign ini agar semakin banyak orang mengetahui perjuangan mereka.

  • June, 23 2026

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close